Mengatasi Masalah Insufficient Storage Available di Play Store HP Android Kamu


Error Notification
Error Notification

Sesuai judul, kali ini gw mau bahas cara mengatasi¬†Mengatasi Masalah “Insufficient Storage Available” di HP Android Kamu. Ada yang pernah mengalaminya gak?sebagian dari kita pengguna android pasti pernah mengalami masalah tersebut sepertinya. Notifikasi ini muncul ketika kita mau download aplikasi atau update aplikasi di hp android kita. Hp kita dianggap tidak mempunyai ruang penyimpanan di Internal memori yang memadahi sehingga kita tidak bisa download/update aplikasi yang kita inginkan melalui Play Store. Lah kan memori internal kita masih ada sisa, kok gak bisa buat download sih?. Nah ini pertanyaan yang banyak orang belum tau juga termasuk gw. Playstore mah kadang-kadang gitu ūüė¶

Nah terus bagaimana cara kita mengobati penyakit tersebut. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa kalian coba gays.

Cara pertama :

  • Buka setting >Storage >Cached Data
  • Tap menu Cached Data tersebut > Kemudian Clear >OK ( Cached data merupakan memori sementara yang¬†dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache tersebut, sehingga apabila ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat dilakukan lebih cepat, jadi tenang saja data premier anda tidak akan terhapuis)
  • Kembali ke Home Page (tidak perlu di restart) > Buka Playstore > Download aplikasi yang diinginkan
  • Screenshot_2015-05-05-09-18-21Screenshot_2015-05-05-09-18-38Screenshot_2015-05-05-09-19-15Screenshot_2015-05-05-09-20-25

Cara Kedua :

Harusnya cara pertama tersebut sudah bisa menghilangkan penyakit tersebut, tetapi apabila cara diatas tidak manjur juga, lanjutkan cara dibawah ini setelah melakukan percobaan seperti diatas tadi.

Screenshot_2015-05-05-09-56-41

  • Tap/tahan beberapa detik pada menu Play Store > masuk App Info
  • Setelah masuk App info Play Store > Uninstall Updates (Tenang saja ini tidak akan menguninstall Play Store kalian, hal ini hanya menginstall update sementara dari Play Store)

Jika kedua cara tersebut tidak berhasil juga, berarti memang memori internal kalian sudah sangat penuh. Cobalah hapus/uninstall beberapa data dan aplikasi yang tidak terlalu menjadi prioritas anda guna memberi ruang penyimpanan yang lebih. Ketiga cara tersebut sampai cara yang terakhir pernah gw coba sendiri ketika hp android gw mengalami masalah tersebut dan semuanya berhasil.

Untuk diketahui, setelah kalian menghapus Cached Data seperti cara diatas tadi, mungkin hp android kalian akan terasa lambat, tapi tenang saja hal itu cuma sementara saja karena sebenarnya system sedang mengumpulkan Cache dari awal lagi. Yang penting bisa download aplikasi lewat Play Store lagi kan?. Cara tersebut bisa dilakukan berulang-ulang kalo hp kalian didatangi penyakit itu lagi. Mudah bukan gaees, semoga membantu ya

Advertisements

Mengatasi Masalah Insufficient Storage Available di Play Store HP Android Kamu


Error Notification
Error Notification

Sesuai judul, kali ini gw mau bahas cara mengatasi¬†Mengatasi Masalah “Insufficient Storage Available” di HP Android Kamu. Ada yang pernah mengalaminya gak?sebagian dari kita pengguna android pasti pernah mengalami masalah tersebut sepertinya. Notifikasi ini muncul ketika kita mau download aplikasi atau update aplikasi di hp android kita. Hp kita dianggap tidak mempunyai ruang penyimpanan di Internal memori yang memadahi sehingga kita tidak bisa download/update aplikasi yang kita inginkan melalui Play Store. Lah kan memori internal kita masih ada sisa, kok gak bisa buat download sih?. Nah ini pertanyaan yang banyak orang belum tau juga termasuk gw. Playstore mah kadang-kadang gitu ūüė¶

Nah terus bagaimana cara kita mengobati penyakit tersebut. Berikut ini ada beberapa cara yang bisa kalian coba gays.

Cara pertama :

  • Buka setting >Storage >Cached Data
  • Tap menu Cached Data tersebut > Kemudian Clear >OK ( Cached data merupakan memori sementara yang¬†dimaksudkan untuk meningkatkan transfer data dengan menyimpan data yang pernah diakses pada cache tersebut, sehingga apabila ada data yang ingin diakses adalah data yang sama maka maka akses akan dapat dilakukan lebih cepat, jadi tenang saja data premier anda tidak akan terhapuis)
  • Kembali ke Home Page (tidak perlu di restart) > Buka Playstore > Download aplikasi yang diinginkan
  • Screenshot_2015-05-05-09-18-21Screenshot_2015-05-05-09-18-38Screenshot_2015-05-05-09-19-15Screenshot_2015-05-05-09-20-25

Cara Kedua :

Harusnya cara pertama tersebut sudah bisa menghilangkan penyakit tersebut, tetapi apabila cara diatas tidak manjur juga, lanjutkan cara dibawah ini setelah melakukan percobaan seperti diatas tadi.

Screenshot_2015-05-05-09-56-41

  • Tap/tahan beberapa detik pada menu Play Store > masuk App Info
  • Setelah masuk App info Play Store > Uninstall Updates (Tenang saja ini tidak akan menguninstall Play Store kalian, hal ini hanya menginstall update sementara dari Play Store)

Jika kedua cara tersebut tidak berhasil juga, berarti memang memori internal kalian sudah sangat penuh. Cobalah hapus/uninstall beberapa data dan aplikasi yang tidak terlalu menjadi prioritas anda guna memberi ruang penyimpanan yang lebih. Ketiga cara tersebut sampai cara yang terakhir pernah gw coba sendiri ketika hp android gw mengalami masalah tersebut dan semuanya berhasil.

Untuk diketahui, setelah kalian menghapus Cached Data seperti cara diatas tadi, mungkin hp android kalian akan terasa lambat, tapi tenang saja hal itu cuma sementara saja karena sebenarnya system sedang mengumpulkan Cache dari awal lagi. Yang penting bisa download aplikasi lewat Play Store lagi kan?. Cara tersebut bisa dilakukan berulang-ulang kalo hp kalian didatangi penyakit itu lagi. Mudah bukan gaees, semoga membantu ya

Berburu Sunrise di Gunung Prau 2565mdpl


IMG_3856

A : Mar, balik kerinci mau kemana?

Gw : Ngantor lah, udah cuti lama

A : Minggu depannya ke prau lagi yok?

Gw : Ah gila kali…………………….

Beginilah kaki, kalo diajak enak enak selalu gak bisa nolak. Tepat tiga hari setelah gw turun dari Kerinci langsung ada yang ngajakin ke Prau Wonosobo. Gunung ini sedang naik daun gaess. Selain treknya relatif mudah, juga pemandangannya aduhai. Gunung Prau adalah sebuah gunung yang terdapat di Dataran Tinggi Dieng, Perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kendal, Jawa Tengah.

5 September 2014

Seperti yang sudah disepakati sebelumnya, kita berkumpul di beskem kita di daerah Rawasari jam 20.00. Perjalanan kali ini kita berjumlah total 12 orang dengan menggunakan 2 mobil. Pukul 23.00 semua personil baru lengkap, molornya kebangetan banget dah ahha. Packing ulang, ngobrol sana sini daaaaan kebablasan jam 00.30 baru mulai jalan dari Rawasari. Bismillah, ini adalah perjalanan ke 3 kita ke Prau dengan kondisi yang sama-sama molor alias telat haha. Biar telat yang penting selamat (pembenaran).

kumpul di beskem deket kosan
kumpul di beskem deket kosan

6 September 2014

Baru jalan kira kira 1 jam, kita mampir dulu di Cibitung, jemput salah satu temen yang kebetulan kontrakannya deket sana. Keluar dari pintu tol Cibitung kiata udah ketemu sama doi, Ambon nama bekennya, pemuda 27 tahun gemar curhat masalah jodoh dan kalah mulu kalo main PS sama gw, hayaah. Mampir dulu di swalayan deket kita jemput si Ambon tadi nyari amunisi buat perjalanan yang masih jauh. Lanjuttt.

Baru masuk tol Cikampek, jalanan macetnya udah gak pake toleransi. Kendaraan besar temen-temenya optimus prime banyak mendominasi. Gw iseng buka waze daaaan jalanan menunjukkan warna merah dari tempat kita berada sampe Kanci, estimasi sampe Kanci 3 jam, hore berasa mudik!. Kita mutusin buat nyari tol keluar buat nyari jalan di belakang Cikampek, alias gak lewat tol yang menurut si waze ini jalananya menunjukan kondisi yang lancar. Benar saja, jalananya lancar, gaaaaas pir sopir. Lancar sampe Kanci habis itu macet sebentar dan seterusnya lancar sampe Wonosobo, horeee.

14.00

Sampe Wonosobo, rombongan gw mampir di Alun-Alun Wonosobo buat nyicip-nyicip jajanan legit dan belanja logistik yang memang belum kita bawa dari Jakarta. Lumayan lama kita mampir disini, karena selain hawanya juga sudah sejuk, jajanan juga banyak, mulai dari dawet khas sana sampe mie ongklok. Setelah puas berjajan jajan ria kita melanjutkan perjalanan menuju Dieng, tepatnya menuju ke posko Patak Banteng yang berada di Desa Patak Banteng, kurang lebih berjarak 3 kilo dari Candi Dieng.

16.00

Sampai di Posko Patak Banteng. Kegiatan selanjutnya adalah bagi-bagi logistik, packing ulang, tidur-tiduran, tidur beneran, dan registrasi. Personil kita ini emang terkenal santai, termasuk gw ahaa. Kalo belum nemu mood yang pas buat jalan ya nyantai-nyantainnya kebangetan. Sebenernya gak kebangetan juga sih karena emang kita kurang tidur terutama si sopir yang tandemnya dikit haha. Daripada ngedeprok di trek mending cukupin istirahat.

IMG_3755
siap siap jalan

18.00

Diawali berdoa, selepas maghrib kita baru mulai jalan dari beskem Patak Banteng.  Duapuluh menit jalan kita akan melewati ladang penduduk. Kalo masih sore kita bisa melihat penduduk main aduan burung dara di deket ladang. Setelah 20 menit jalan baru kita memasuki hutan. Oh iya, di tengah2 jalan disamping ladang penduduk terdapat Pos 1. Di Pos ini nanti kita bakal dicek tiket masuk ke gunung prau, jadi gaes gaes, pastikan kalian sudah melakukan registrasi sebelum naik ya. Pos ini sepertinya baru karena dulu gw terakhir kesini belum ada pos.

Perjalanan dilanjutkan memasuki kawasan hutan dengan trek yang mulai menanjak. Kalo pernah ke Gede lewat Gunung Putri treknya mirip-mirip dari Pos 1 ke Pos 3 sebelum buntut lutung, atau kalo pernah ke Rinjani, mirip-mirip setelah Pos 3 Sembalun, tapi gak sepanjang itu. Jalan kita santai cuman gak pernah berhenti alias konstan. Kita terakhir berhenti di 20 menit sebelum puncak karena jalanan yang macet (hahaa). Gak cuma Jakarta sama Cikampek doank yang macet, trek disini juga macet menjelang puncak kalo hari libur. Tepat 2 jam perjalanan kita dari Patak Banteng sampe puncak karena macet.

IMG_3757

Sampe puncak, cari buat tenda susahnya pake banget, camping ground berasa pasar malem, ramenya pol-polan. Setelah mendirikan tenda, kita masak-masak, ngopi-ngopi, dan beberapa orang memutuskan tidur karena gak tahan dinginnnya puncak malem itu. Tengah tengah musim kemarau memang gak diragukan lagi puncaknya dingin di malem hari. Gw sendiri gak langsung tidur. Rugi udah jauh-jauh kemari langsung tidur. Gw ambil kamera sama tripod dan nyari spot-spot buat motret pemandangan malem waktu itu.

IMG_3775
gak ada milky, si bulan terang banget
IMG_3785
Sindoro Sumbing
IMG_3803
Sebenernya Api Unggun Untuk Keadaan Terdesak Saja, Entah Pendaki Itu Mengerti Atau Tidak

IMG_3777 IMG_3794

Cukup jeprat jepretnya, gw mutusin buat masuk tenda jam 23.00 biar besok gak ketinggalan sunrise. Sayang banget kalau jauh-jauh ke sini bangunnya telat, selain sunrise-nya cakep yang muslim juga biar gak ketinggalan Ibadah. Tidur yang nyenyak dibangunkan suara gaduh di luar. Gw lihat jam ternyata waktu masih menunjukkan jam 04.14, waktu yang terlalu pagi buat liat sunrise. Menurut jadwal, sunrise tanggal tersebut keluar di jam 05.30. Gw gak bisa lanjutin tidur lagi, karena diluar makin berisik. Daripada cengo, mending kita bikin es te em je, susu telor madu jahe, lumayan buat menghangatkan badan.

Setelah itu gw bangunin temen yang lain tapi cuma dikit yang respon, mungkin masih pada nyenyak. Oke mari berburuu sunrise. Cuaca cerah, sepertinya akan mendapatkan sunrise yg bagus pulaa. Ambil kamera dan mari sari sepoot yang okeee.

Pagi yang dingin kalah sama sunrise pagi itu, Masya Allah …. keren amat Indonesia gw. Meskipun sudah kesini dengan pemandangan sama, namun gw gak pernah bosen sama ni gunung

IMG_3837
#saveshark
IMG_3873
Pasar Tumpah Prau

IMG_3811_1

IMG_3838

IMG_3846

IMG_3859

Gubuk Derita Gw Mountain Hardwear Lightwedge 3
Gubuk Derita Gw Mountain Hardwear Lightwedge 3

Puas menikmati sunrise, gw dkk balik ketenda buat masak, beberes, peking, dan melanjutkan perjalanan pulang. Kita melanjutkan perjalanan turun jam 10.00 melalui trek Dieng, berbeda waktu naik yang lewat Patak Banteng. Trek Dieng relatif datar namun memutar dan treknya lebih jauh. Selain itu trek dieng menjadi favorit turun karena selain lebih landai juga karena pemandangannya yang wow. Dari trek Dieng kita bisa melihat Telaga Warna dari atas. Perjalanan turun kali ini lebih lama daripada naiknya. Selain sebentar-sebentar neduh juga sayang banget kalo gak poto-poto disini dengan pemandangan yang aduhai itu. Sampe basecamp Prau Dieng kita lanjut makan, ngisi perut yang mulai keroncongan dan campursarian ini. Ow iya, basecamp sekaligus tempat registrasi lewat Dieng ini tempatnya persis di deket Stasiun Dieng, jadi gaes-gaes semua yang menggunakan angkutan umum dan pengen naik ke Prau dari trek Dieng turun saja di Terminal Dieng.

Perjalanan Pulang Lewat Dieng
Perjalanan Pulang Lewat Dieng
Tak Lupa Bawa Sampah
Tak Lupa Bawa Sampah
Ewwwsemm
Ewwwsemm
Feeeeel Free :|
Feeeeel Free ūüėź
Bawa Turun Lagi Sampah muuuuu!!!
Bawa Turun Lagi Sampah muuuuu!!!

Selesai Isoma, kita balik lagi ke Patak Banteng, tempat kami menitipkan mobil. Dengan menyewa angkot dengan tarif borongan 50.000 kita menuju beskem Patak Banteng, 10 menit kemudian kita sudah sampai di beskem. Selesai ngemil di angkringan depan beskem, sholat, dan mandi kita melanjutkan perjalanan lagi ke Jakarta buat nguli lagi biar bisa tetep enak-enak.

Tips ni gaes yg mau ke Prau :

  • Gunung prau susah sumber air, jadi usahakan bawa air yang cukup dari bawah
  • Malam hari di musim kemarau sangat dingin, bawalah pakaian hangat yang cukup
  • Musim kemarau debunya sangat banyak, usahakan cari campsite rada ke kiri dekat-dekat pohon, karena selain lebih teduh juga debunya sedikit.
  • Yang menggunakan kendaraan pribadi sepeda motor dan mobil bisa dititip dekat basecamp Patak Banteng
  • Malam hari di musim
  • Untuk yang menggunakan kendaraan umum dari Jakarta ada beberapa alternatif sbb :
    1. Menggunakan bus jurusan Jakarta-Wonosobo (tarif 70-130ribu) dilanjutkan bis 3/4 Wonosobo-Dieng (17.000). Bus Jakarta-Wonosobo tersedia di terminal Rawamangun, Pangkalan Jati, dan Damri dari Kemayoran
    2. Menggunakan kereta, turun di Purwokerto, lanjut ke terminal Purwokerto, dan melanjukan ke Wonosobo, kemudian ke Dieng.
  • Pastikan registrasi terlebih dahulu biar aman diatas kalo ditagih tiket masuk kawasan

Sekian gaes, tirimikisi mau menyimik ……..muaaah

Camping Ceria di Pondok Saladah Papandayan


Dimana sih Gunung Papandayan itu

Gunung Papandayan terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.

Kali ini naik gunungnya ngajak pacar. Berhubung mbak pacar lebih suka nyelem-nyelem dalem aeer dan baru pertama kali naik gunung maka dipilihlah papandayan karena memang gunung ini cocok buat pendaki pemula. Selain treknya juga jelas, medan disana juga tergolong mudah. Tiga hari sebelum keberangkatan kita sudah mempersiapkan logistik yang diperlukan dan mulai packing peralatan yang diperlukan. Pokoknya di dunung ntar gw mau makan enak

Oke Perjalananpun dimulai

9 Agustus 2014

18.30 Pacar gw sudah dateng ke kosan, habis sholat maghrib dan isya, packing ulang sebentar dan kira-kira waktu mendekati pukul 20.00 kita jalan ke pool bis primajasa di cawang dengan menggunakan taxi. Biasanya sih pake bis transjakarta biar murah tapi berhubung bawan rada banyak dan jam bertepatan dengan orang pulang kerja, maka diputuskan untuk naik taxi saja karena juga gak enak sama penumpang bis transjakarta yang lain. Oke, baru jalan lima menit langsung ketemu macet, baiklah ini kan hari Jumat, harinya orang pengen cepet-cepet pulang kantor dan harinya orang-orang pengen keluar untuk berlibur keluar dari kota metropolutan ini, ya seperti gw, jadi nikmati saja. Baru jalan sebentar saja di tengah-tengah kemacetan ini taxi ngacir lagi. Jurus andalan dikeluarkan si sopir, terobos jalur busway, eiits bukan gw yang minta lho, kayaknya ni sopir emang udah gak tahan juga sama macetnya. Argo taxi mentok di angka Rp29.000.

pool primajasa
pool primajasa

20.30 Taxi ane sudah sampai di pool bus primajasa. Lihat sekeliling nyari bis jurusan Jakarta – Garut ternyata belum ada yang tersedia. Yaudah lah duduk-duduk dulu sambil mantengin bis. Di sebelah kiri gw ternyata lumayan banyak juga calon penumpang dengan bawaan tas keril khas pendaki, di belakangnya ketutupan mobil juga ada yang duduk-duduk senderan di kerilnya masing-masing. Oke, gw pastikan ni bis mayoritas isinya para pendaki gunung di daerah Garut (Cikuray, Guntur, Papandayan). Dan benar saja, ketika diumumin telah tersedia bis jurusan Garut segerombolan orang dengan tas gede berlarian menuju bis tersebut, termasuk gw sih. Sembari naruh keril gw, si pacar gw suruh ke atas bis duluan cari tempat duduk takut penuh, kan lumayan juga Jakarta Garut kalo berdiri mah. Selesai nata keril gw dan punya si pacar akhirnya gw nyusul ke atas, Alhamdulillah dapet tempat duduk, banyak juga rombongan tadi yang gak dapet tempat duduk. 21. 20 bis kita jalan meninggalkan pool bis primajasa, mari menikmati perjalanan. Tarif bis primajasa jurusan Garut adalah Rp45.000.

10 Agustus 2014

01.30 Hokkyaaaaa…nyampe juga di terminal Guntur, Garut. Keluar dari bis rencananya mau ke masjid yang ada dekat terminal untuk istirahat dan sholat subuh. Jalan sebentar ke masjid ternyata gerbangnya sudah digembok. Mungkin kemarin-kemarin banyak para pendaki yang tidak tertib sehingga mesjid tersebut ditutup, sebelum ini gw selalu beristirahat disana soalnya. Akhirnya gw dan pacar ngemper depan warung kopi yang ada di seberang jalan samping terminal, ngopi dulu bentaran sambil ngobrol-ngobrol sama pendaki lain buat nyari barengan angkot menuju Cisurupan. Setelah dapet rombongan dan deal tarif sebesar Rp15.000 per orang menuju Cisurupan akhirnya kita berangkat. Angkot kita diisi 13 orang meeen, suweeex. Untung keril ditaroh di atas angkot, tapi tetep sih ini kaki sama pantat juga kudu dipaksain muat. Kurang lebih setengah jam lebih dikit angkot sampai di dekat masjid Cisurupan yang berarti kita harus turun untuk nanti melanjutkan perjalanan menuju parkiran gunung papandayan dengan menggunakan mobil bak terbuka, jalan kesana ancuur buos. Gw sama pacar akhirnya memilih gelar matras di emperan toko buat nunggu subuh dan belanja di pasar Cisurupan. Selesai sholat subuh gw belanja sendiri di pasar dekat mesjid, sementara pacar nunggu keril. Setelah belanja logistik yg kurang dan ketemu rombongan lain yg sudah siap melanjutkan perjalanan ke parkiran papandayan, dengan patungan sebesar Rp20.000 untuk menyewa mobil bak akhirnya kita berangkat, kemooooon.

07.00 Sampe di parkiran gunung papandayan. Hal pertama yg perlu dilakukan adalah registrasi untuk mendaki di papandayan. Biaya untuk registrasi adalah Rp 5.000, sudah termasuk asuransi. Setelah selesai registrasi, gw dan pacar langsung menuju warungnya teh Pipit. Warung ini menjadi andalan buat gw buat istirahat dan makan. Selain itu karena sudah kenal banget ya tempat ini jadinya nyaman banget buat gw. Suasana pagi itu di parkiran sudah ramai banget. Udah bayangin aja di atas ramainya bakal kaya apaan yak.

suasana di parkiran papandayan
suasana di parkiran papandayan

Ngeteh-ngeteh dulu sambil makan gorengan di warung teh pipit. Terakhir kesini tiga bulan yang lalu enggak seramai ini eh sekarang ramainya pakai banget. Menurut cerita juga di atas udah ada toilet dan penjual makanan, haha aseem bener. Mungkin ini efek TNGP ditutup jadi para pendaki mengalihkan tujuanya ke sini. Lihat mobil bak yang dateng dengan membawa para pendaki sudah semakin banyak maka gw putuskan untuk segera mulai trekking biar dapet lapak yang bagus. Setelah siap-siap sebentar, akhirnya pukul 08.30 gw dan pacar gw mulai trekking. Jalan pelan tapi konstan sambil ngelatih endurance pacar gw seberapa. Ternyata doi cocok sama ritme yg gw kasih tanpa ngeluh, bagus car. Jalan sekitar 45 menit akhirnya berhenti buat istirahat pertama. Sembari minum, gw masih bingung mau  gw lewatin jalur umum ke kanan apa jalur hutan mati ke kiri. Akhirnya gw milih lewat hutan mati saja lah biar cepet.

hutan mati

hutan mati 2

Sampai hutan mati photo-photo dulu sambil istirahat, cuaca berkabut dan sejuk. Ada kali 20 menitan kita istirahat di sini sambil ngemil cemilan yang tadi dibawa. Setelah cukup istirahat kita melanjutkan perjalanan menuju pondok saladah. Sepanjang jalur hutan mati menuju pondok saladah cukup sepi karena memang kebanyakan pendaki melewati jalur umum melewati sungai. Cuma butuh sekitar 20 menit jalan menurun saja kita sampai pondok saladah.

Wow pondok salada rame bener

Wih ada warung

Ada toilett juga…….apa-apaan ini

Kaget ada itu semua, terakhir kesini belum ada begituan. Yaudahlah ya mau gimana lagi, mending gw cari lapak buat tenda daripada harus sedih meratapi keberadaan warung itu.

Oke dapet lapak yag pas, lanjut pasang tenda dan cari air buat masak. Menu pertama adalah martabak mie. Bukan martabak juga sih tapi macem omelete gitu yang simpel-simpel aja dulu. Kelar masak dan makan dilanjut tidur siang, perut kenyang mata redup, pass

IMG_6476
IMG_6467

IMG-20140812-WA0004
yang laki yang masak
Busa44nCIAEPRuQ.jpg large
omelete ala gw

Tidur siang cukup lama juga, bangun-bangun sudah jam 2 saja. Cuaca sudah tidak berkabut tebal lagi. Kegiatan habis tidur lanjut dzuhur dan masak lagi haha. Pokoknya kemping kali ini isinya cuma ngunyah sama tidur. Horeee gendut!!

Bingung mau masak apaan, akhirnya gw milih masak bakso. Pas banget nih udaranya buat makan yang anget-anget. Lagian udara yang dingin bikin perut cepet keroncongan. Intinya kita berdua demen banget makan, bahahak,

bakso made by chef damar
bakso made by chef damar

Seger cak, apalagi makan bareng pacar. Ya nggak?. Kelar makan, ngeteh, lanjut ngbrol-ngobrol ngalor ngidul sambil rebah-rebahan daaaaaan ketiduran haha. Bangun lagi udah jam 5. Waktunya mempersiapkan bahan makanan buat makan malam. Menu buat makan malam kami adalah sayur asem featuring ayam goreng. Berhubung kompor cuma satu aja, gw mulai masak nasi, lanjut masak sayur, dan terakhir goreng ayam. Mariiiiiii makan cak!

BusavRYCIAAImvg.jpg large

Kelar makan dengan khidmad dan nikmad lanjut sholat maghrib dijamak isya (musyafir kan ya?iya).

Brrrrrrrr, malam itu cukup dingin, termometer yang gw bawa stabil di angka 11. Gw putuskan buat jalan-jalan saja sambil kenalan sama pendaki-pendaki lain, tak lupa juga jeprat jepret sekenanya saja. Sementara itu mbak pacar ngedekem di dalem tenda karena gak kuat sama dinginnya pondok salada malem itu.

hotel bintang lima
hotel bintang lima
IMG_6443
ngapah nenk dingin nenk?

IMG_6430

Puas jeprat jepret sebentar lanjut masuk tenda lagi. Dingiinnya lumayan buat diangetin dalem sleeping bag. Aktifitas malem itu selanjutnya yaa tiduur. Tumben ni gw tidur cepet di gunung. Jam 9 malem udah masuk sleeping bag dengan posisi PeWe. Biasanya gw sama temen-temen minimal tidur diatas jam 12 malem.

10 Agustus 2014

Jam 2 pagi mbak pacar kebangun sambil bersin-bersin. Wah alerginya kumat ini, alergi dingin. Gw juga kebangun sih gara2 sleeping bag yg gw buka tadi cuma buat selimut udah gak nutupin badan gw, gak tau menceng kemana. Si pacar berenti bersin-bersin sambil rapiin sleeping bag akhirnya kita tidur lagi sambil stel alarm buat lihat sunrise. Berharap pas bangun gak kesiangan dan cuaca cerah ceria.

Bunyi alarm tepat pukul 5.00 gw bangun. Masak air sebentar buat ngeteh-ngeteh biar badan anget. Gw intip dari pintu tenda ternyata harapan gw biar cuaca cerah pupus sudah. Kabut pagi itu bener-bener tebel sampai bikin enda-tenda disekeliling susah untuk dilihat. Semoga aja kabutnya cepet pergi biar bisa nikmatin sunrise.

Gw akhirnya keluar tenda ngajak si pacar buat lihat tenda dari utara salada (arah goberhut). Jalan cuma 8menit sudah sampai tempat yg gw maksud td. Tempat favorit gw lihat sunrise kalo lagi di papandayan selain dari hutan mati. Jam di tangan menunjukan pukul 6 dan kabut tidak menunjukan tanda-tanda mau hilang. Yah apesss bener deh ini mah . Semua pandangan ke depan cuma berwarna putih kabut. Haaaaasyeeem!

IMG_6451

Sampe jam setengah 7 nungguin yang ditunggu gak ilang-ilang akhirnya kita balik ke tenda buat masak sarapan. Kecewaa sodarah-sodarah

Masak sarapan. Menu pagi ini yg simpel-simpel. Nasi goreng dan telur dadar jadi pilihan. Sayangnya kalo bikin nasi goreng pake bumbu instan rasanya kurang pas dilidah. Daaaan bener aja rasanya gak sesuai dilidah. Hih!!! Chef damar merasa gagal. Tapi tetep aja sih habiss, haha. Dasar perut!

Selesai sarapan berat kayaknya perlu disegarkan sama makanan pencuci mulut. Olraittt puding coklat jadi pilihan buat diganyem sama mulut. Puding sudah gw buat sebelum masak nasi goreng tadi. Tanpa perlu ditaruh di kulkas pudingnya juga cepet jadi karena udara dingin.

puding coklat feat fla vanilla
puding coklat feat fla vanilla

Segeeeer booook, adem di perut, bahagia di lidah, nyaman di tenggorokan

Menurut iten harusnya habis sarapan kita langsung peking bawaan buat turun, tapi karena kekenyangan yg rada berlebihan dan cuaca yang mendukung akhirnya ya lebih milih rebahan sambil tarik selimut lagi.

Sementara tenda sebelah sudah mulai gaduh lagi seperti semalam, wih ni orang-orang baru juga bangun udah berisik banget. Ternyata gw cuma rebahan sebentar saja, selanjutnya gw milih foto-foto di sekitar tenda.

IMG_6471 IMG_6473 IMG_6478 IMG_6480 IMG_6494

Poto-poto sebentar dan kenalan sama sama pendaki-pendaki lain gw balik lagi ke tenda dan tiduran lagi haha. Nikmat bener.

Jam nunjukin jam 10 akhirnya gw putusin buat bener-bener peking barang bawaan untuk selanjutnya segera turun biar sampe jakarta tidak terlalu malem.

10.30 Kita pamitan sama tenda sebelah untuk turun duluan. Kita turun lewat jalur normal, bukan lewat hutan mati kaya pas kita berangkat tadi. Malesnya lewat jalan ini biar turun juga berasa jauh haha. Berasa jauh karena jarang banget lewat jalur resmi ini sih.

IMG_6514 IMG_6527

Butuh waktu 2 jam buat kita turun ke bawah lagi sampai parkiran. Kalo dihitung-hitung lama perjalanan pas berangkat sama pulang kok sama lamanya. Sampai parkiran kita langsung menuju warung teh Pipit lagi. Sampai sana langsung bebersih, mandi (airnya kayak es) sholat, dan makan. Kebetulan di warung teh Pipit ada kenalan calo mobil bak terbuka yg sudah saling kenal juga. Titip pesenlah sama mamang-mamang calo itu kalo ada rombongan yg masih kurang orang buat turun suruh hubungin kita berdua. Nunggu kabar mobil bak yg sudah siap turun sambil tiduran. 30 menit kemudian sekitar jam 14.30 kita dikabari kalo mobil sudah siap. Oke let’s go home. Rapi-rapi bentar barang bawaan dan pamitan sama teh Pipit sama suaminya kami kemudian menuju mobil yg bakal nganter kita sampe Cisurupan

Duduk di kursi depan menggunakan mobil bak di jalur parkiran papandayan sampe Cisurupan adalah kenikmatan yg hakiki. haha. Duduk di belakang beralas besi dengan kombinasi jalan aspal yg udah mulai gak keliatan aspalnya dipadukan dengan cerukan-cerukan sebesar bekas kubangan kerbau menambah nikmat pantat penunggangnya. Duduk di depan sambil ngobrol-ngobrol sama pak supir dapet kabar…..ahaaa kabar gembira untuk kita semuaaaaa, jalanan dari Cisurupan menuju Papandayan bakal diaspal lagi. Pengaspalan bakal dimulai bulan September, horaaaaayyyyy separatoosss!!!

Hampir sejam berlalu tibalah kami di depan masjid Cisurupan yg berarti kita harus turun dan berganti kendaraan dari mobil bak menjadi angkot. Tidak menunggu lama, rombongan di mobil bak tadi mengajak kami buat naik angkot bareng. Dengan personel 10 orang, kita masuk angkot satu persatu. Lagi-lagi kita ditawari buat duduk di depan. Ya Allah terimakasih atas nikmatMu lagi-lagi dapet tempat duduk di depan. Alhamdulillah

Kurang lebih 40 menit perjalanan dari Cisurupan kita tiba di terminal Guntur. Tiba di terminal langsung mampir di swalayan di depan terminal buat nyari cemilan buat temen di dalem bis dilanjutkan nyari bis primajasa jurusan Cililitan. Kita langsung dapet bis dan dapet tempat duduk. Mari kita pulaaang ke Jakarta, halo Jakarta kalian pasti merindukan kami ya.

Baru Jalan setengah jam sampai tarogong bis sudah tersendat lajunya. Omegod ternyata macetnya nampol. Baru kali ini pulang dari Garut habis naik gunung nemu macet sampe parah begini. Dalem ati moga-moga cuma gara-gara persimpangan atau lampu merah. Ternyata salaaah, bis baru keluar Garut- Nagrek tiga setengah jam setelahnya, eeeetdaaaah!. Bis sampe di Rancaekek jalanan sudah mulai berjalan kencang dan penumpang ada sebagian yg turun disini sehingga bis jadi lumayan longgar. Tiba di Cileunyi bis berhenti buat nampung penumpang lagi. Lumayan banyak penumpang dr sini yg naik bis kami menuju Jakarta, bis kembali sesak.

Jalanan Cileunyi-Cipularang-Cikampek juga tidak begitu lancar. Panaaaas pantat awak dek. Kita tiba di pool bis primajasa 4 jam setelahnya. Berarti ini perjalanan paling lama gw dari Garut menuju Jakarta sehabis naik gunung. Turun dai bis, jam tangan mengarah di angka 10.15 dan kita pun langsung saja cari taxi buat selanjutnya ke kosan gw. Cuma butuh waktu 15 menit dari pool sampe kosan karena jalanan emang sudah lancar banget. Sampe kosan, pacar gw langsung ambil barang-barangnya yg ditinggal di kosan dan langsung pulang ke Bekasi. Sementara gw lanjut rebahan, nyamaaaaaan bener ni kasur, muaaach.

Oke segitu dulu gaes cerita gw dari papandayan, moga bisa jadi referensi buat yg mau kesana.

Need to be understood : Ada ladang edelweiss bagus disana tepatnya di tegal alun. Diperlukan perjalanan kira-kira 2 jam dari pondok salada. Dilarang mendirikan tenda disana karena merupaka kawasan konservasi. Jangan lupa pula pungut sampah anda kembali. Salam Lestari.

Rincian Biaya/Orang (Transportasi tinggal dikali 2 ya)

  • Bis Primajasa Jakarta – Garut : Rp 45.000
  • Angkot Terminal Guntur – Cisurupan : Rp 15.000
  • Sewa mobil bak Cisurupan – Parkiran : Rp 20.000
  • Registrasi : Rp ¬† 5.000
  • Konsumsi buat logistik : Rp 50.000

Termimakasih Kepada 

  • Allah SWT
  • Mbak pacar
  • Teh Pipit
  • dll

 

Etika Meminjam Barang Perlengkapan Mendaki Gunung


Savana Sembalun Rinjani 2012

Etika, apa yang kita pikirkan pertama kali mendengar atau membaca kata tersebut. Menurut KBBI etika adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral. Segala sesuatu yang dikerjakan sesuai etika pasti tujuannya baik dan berharap hasilnya akan baik pula. Tidak tertulis memang, tapi kiranya kita bisa mengira-ngira.

Hobi kita mendaki gunung juga tak bisa lepas dari hal tersebut. Dalam hal ini saya menulis berkaitan dengan kebiasaan kita meminjam perlengkapan dari teman kita sendiri. Bisa juga meminjam barang dari temannya kita sendiri melalui kita. Apa kaitannya dengan etika?. Monggo disimak

Untuk tujuan kenyamanan dan keamanan, terkadang kita para pendaki akan melengkapi kebutuhannya tersebut secara maksimal, salah satu diantaranya dengan meminjam peralatan dari orang lain. Tujuan utamanya tentu saja untuk mensubtitusi perlengkapan mereka yang sudah tidak layak ataupun untuk melengkapi yang belum ada. Selain praktis dan tidak membutuhkan nilai ekonomis yang tinggi, hal ini terjadi karena kebiasaan yang lama alias males punya walaupun ngetrip tetep lanjar jaya. Menurut pribadi saya sendiri, meminjam barang punya orang lain khususnya peralatan pendakiannya berarti semakin berat juga tanggung jawab membawa dan menyimpannya daripada milik pribadi sendiri. Kita harus menjaganya semaksimal mungkin dan merawatnya sebaik sang tuan barang punya. Setidaknya dengan meminjam barang dari teman sendiri kita akan sedikit banyak tau cara sang tuan barang mendapatkan barang dan merawatnya. Kalaupun belum tau banyak tentang si tuan barang merawatnya, sekarang ini pasti banyak informasi tentang perawatan barang pendakian, rajin-rajinlah membaca dan bertanya, pasti banyak sumber informasinya.

Tidak perlu memandang dan membandingkan nilai ekonomis suatu barang yang kita pinjam. Pandanglah fungsi dan keutuhan suatu barang yang kita pinjam tersebut. Kepercayaan itu sangatlah mahal buat saya, untuk itu jagalah kepercayaan yang orang lain berikan kepada kita. Well, terus bagaimana tata cara meminjam barang tersebut :

  1. Pertama, yakinlah barang yang akan kita pinjam itu sesuai fungsi yang akan kita gunakan dilapangan atau tidak. Jangan sampai barang tersebut hanya akan menjadi beban perjalanan semata tanpa digunakan secara maksimal
  2. Gunakanlah bahasa yang santun dan tidak memaksa. It’s important to make a great first impressions, salah satunya ya seperti itu. Bagaimana kita mau percaya untuk meminjamkan barang kita kalau bahasa yang mereka gunakanpun tidak enak didengar oleh kita.
  3. Setelah terjadi kesepakatan antara sang pemilik dan sang peminjam barang selanjutnya pastikan bersama-sama tentang kondisi barang, coba mulai cek bagian per bagian untuk mengamati kondisi awal barang yang nantinya akan kita pinjam. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan setelah barang selesai kita pinjam, misalnya barang rusak sebelum dipakai, akan tetapi sama-sama tidak teliti waktu meminjamkannya dan meminjamnya nanti terkesan kita tidak merawatnya. Hal ini penting untuk sang peminjam barang dan yang memberi pinjaman. Yang meminjamkan juga harus jujur akan kondisi barang sebenarnya kalau memang di awal sebenarnya sudah terdapat kerusakan pada barangnya.
  4. Sebelum dibawa, cobala cek cara pengoprasian barangnya. Jika kita belum tau dengan baik cara mengoprasikan barangnya ataupun kita menebak-nebak saja, sebaiknya kita tanya kepada sang pemilik biar nantinya di lapangan kita bisa langsung sigap menggunakannya dan untuk menghindari barang rusak karena ketidakjelian kita tentang cara kerja pengoprasian barang tersebut. GAK USAH MALU!
  5. Setelah barang dibawa, berarti barang tersebut 100% tanggung jawab kita si peminjam. Gunakanlah semestinya seperti yang sudah digambarkan si pemilik tadi dan gunakanlah seapik mungkin.
  6. Namanya kita main di alam terbuka pasti tidak terlepas dari debu dan kotoran. Untuk itu setelah kita memakainya usahakan kembali dengan bersih seperti semula. Barang-barang yang kita pinjam terkadang punya pengkhususan dalam mencuci atau merawatnya, untuk itu dari awal kita semestinya sudah cari tau tentang cara-cara yang benar mencuci atau merawat perlengkapan yang kita pinjam. Bisa bertanya kepada si pemilik atau bisa juga mencari informasi di tempat lain. Kita sudah diberikan kepercayaan untuk memakai dan menjaga barang teman kita sendiri, alangkah baiknya dan semestinya kita berkewajiban untuk menuang kepercayaan itu kembali tanpa diminta.
  7. Dalam kondisi barang yang kita pinjam itu dilapangan ternyata terjadi kerusakan ataupun hilang, segera beritahukan kepada sang pemilik tentang kondisi di lapangan. Jelaskan dengan cara yang santun, sopan dan tanamkan dalam diri bahwa kita berkewajiban untuk menggantinya atau memperbaikinya tanpa diminta oleh sang pemilik.
Kepercayaan yang diberikan orang lain itu mahal harganya, untuk lisan yang kalian jaga, untuk barang yang kita pakai, untuk segala sesuatu yang tidak terwujud. Jagalah sebagaimana kami jaga kepercayaan tersebut.
Salam lestari

Pentingnya Sepatu Sebagai Penunjang Aktifitas Pendakian Gunung


Kegiatan mendaki gunung sekarang sedang populer. Senang pastinya punya teman-teman baru penyuka hobi kegiatan alam terbuka yang satu ini. Tapi gunung sekarang seperti pasar, ramai sekali, sudah tidak seenak dulu. Adalah naif sekali kita jikalau sampai punya pemikiran seperti itu. Bumi ini buah karya Tuhan yang selakyaknya kita jaga dan kita nikmati keindahanya, tak terkecuali para pecinta keindahan di atas gunung. Soal sampah yang kadang para pendaki lalaikan di atas sana mungkin akan saya tulis lagi di cerita yang lain, yang perlu kita lakukan adalah merangkul mereka, memberi edukasi kepada mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat kita berada atau yang pernah kita singgahi agar tetap lestari. Berlaku di semua tempat tidak hanya di gunung semata.

Hobi yang satu ini tidak hanya membutuhkan kondisi fisik dan stamina yang baik, akan tetapi juga perlu ditunjang dengan perlengkapan dan peralatan yang cukup. Peralatan yang cukup itu seperti apa?. Tidak akan pernah ada orang yang mampu menandingi kekuatan alam, itu yang saya pegang dari dulu. Untuk itu, guna memberikan kelancaran kita dalam melakukan aktifitas ruang terbuka khususnya aktifitas pendakian gunung diperlukan peralatan yang bisa meminimalisir accident yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Bagaimana kita mau menjaga lingkungan di sekitar kita jikalau kita sendiri tidak merasa nyaman dan aman waktu melakukan aktifitas ini. Bahaya bisa mingancam kita dari ujung kepala hingga ujung kaki dan bisa terjadi kapan saja.

Kaki merupakan bagian tubuh dari kita yang kerjanya paling berat dalam melakukan aktifitas pendakian gunung, untuk itu tidak ada salahnya kita berikan perhatian yang lebih besar terhadap alat pelaju kinetik kita ini dalam melakukan perjalanan selama pendakian. Seberapa hebat medan yang kita hafal, alam akan mampu merubahnya sewaktu-waktu tanpa kita mau, ketidaktahuan medan yang akan kita lalui akan lebih besar pula resiko terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan kedepan. Bahkan bahaya dapat mengancam kita sewaktu-waktu di tempat yang kita pikir “aman-aman saja”.

Sebagai komponen yang sangat penting dalam melakukan kegiatan mendaki gunung ini, kaki juga berhak diberikan penopang yang nyaman dan aman pula guna menopang berat kerja kaki kita. Memakai sepatu akan lebih nyaman dan aman untuk kita dalam menopang kaki kita sewaktu melakukan perjalanan pendakian gunung. Sepatu lebih bisa melindungi bagian-bagian penting dari telapak kaki kita. Lalu bagaimana dengan sandal? saya sendiri tidak pernah merasa nyaman ketika melakukan perjalanan pendakian gunung dengan menggunakan sandal saja, akan tetapi jika kita sudah sampai di campsite yang kita tuju, sandal bisa saja dipakai agar lebih ringkas dalam melakukan aktifitas kita disekitar tenda. Kenapa sandal tidak saya rekomendasikan untuk digunakan selama aktifitas perjalanan pendakian gunung sampai kita tiba di campsite?, karena sandal tidak akan bisa mengcover bagian telapak sampai mata kaki kita sehingga ancaman cedera akan lebih besar pula daripada kita menggunakan sepatu sebagai alas kaki kita. Saya tidak habis pikir alasan beberapa pendaki menolak memakai sepatu karena bisa menyebabkan lecet dan merasa tidak nyaman. Mungkin mereka punya pengalaman tidak mengenakkan sewaktu pertama kalinya melakukan perjalanan menggunakan sepatu. Salah memilih sepatu karena kurangnya informasi dan ketidakmauan mencari informasi itu sendiri yang mungkin menyebabkan mereka kapok untuk memakai sepatu lagi dan kembali lagi menggunakan sandal. Kalau kaki kalian sudah sekeras batu dan setajam akar-akar pohon yang menonjol di hutan belantara ya monggo, cukup baca sampai disini dan teruslah memakai sandal, akan tetapi kalau kalian ingin melindungi kaki kalian untuk setidaknya meminimalisir kejadian cedera yang bisa datang kapan saja dan tidak ingin merepotkan diri sendiri serta teman seperjalanan kalau kalian cedera sewaktu-waktu, silakan teruskan kembali membaca coretan saya selanjutnya.

Selanjutnya, bagaimana kita memilih sepatu hiking. Beberapa tips ini mungkin akan memberikan gambaran cara memilih sepatu yang akan digunakan dalam menemani hobi kita mendaki gunung.

Bagian-bagian sepatu yang perlu dikenali :

  • Padding engkel : Berguna untuk melindungi bagian belakang dari engkel kaki kita
  • Backstray : Melindungi tendon aciles belakang kaki kita dan melindungi jahitan sepatu bagian belakang karena kemungkinan friksi terkena batuan dan benda-benda keras lainnya
  • Lidah Sepatu : Melindungi bagian atas dari kita
  • Outsole : Bagian yang bersentuhan langsung dengan bidang yang akan kita lalui dan berfungsi memberikan traksi antara kaki kita dan permukaan tanah, batu dan lain-lain
  • Midsole : Terletak antara Outsole dan Insole yang berfungsi sebagai peredam antara kaki kita dengan permukaan bidang yang akan kita lalui
  • Upper : Bagian yang melindungi permukaan kaki kita termasuk bagian engkel kaki. Untuk sepatu yang waterproof, bagian yang membuat sepatu kita waterproof terletak pada bagian ini
  • Rubber toe bumper : Seperi namanya, bagian ini berfungsi melindungi dan meredam ujung kaki kita terhadap dampak terkena benturan batu, akar, dll.¬†
  • Insole(tidak terdapat digambar) : Bagian yang bersentuhan langsung dengan telapak kaki kita. Insole yang nyaman akan membuat kaki kita juga makin terasa nyaman untuk memijak.
Memilih sepatu yang nyaman juga memerlukan pehatian dan bisa dilakukan berulang-ulang. Berikut ini tips yang nyaman untuk kaki kita, terutama untuk iklim di Indonesia yang medannya vareatif dan kelembaban udara yang tinggi :
  1. Nyaman
    bentuk dan kontur kaki kita kadang-kadang berbeda-beda, untuk itu usahakan usahakan kaki kita merasa nyaman pada waktu pertama kali mencoba sepatu treking.
  2. Naikan satu ukuran
    Sebaiknya memberikan satu ukuran lebih besar terhadap sepatu kita. Hal ini untuk mengurangi dampak sentuhan langsung ujung kaki kita dengan sepatu. Pada saat jalan naik mungkin tidak begitu terasa, akan tetapi pada saat jalanan turun, melebihkan satu ukuran lebih akan sangaat terasa fungsinya.
  3. Memilih sepatu yang melindungi mata kaki
    Berjalan mendaki ataupun turun di gunung memerlukan pergerakan dinamis dan kokoh. Engkel merupakan komponen kaki yang penting guna menunjang gerak kaki yang dinamis dan kokoh. Oleh karena itu engkel dan mata kaki memerlukan perlindungan yang lebih pula guna meminimalisir cedera yang sangat mungkin terjadi di bagian tersebut.
  4. Waterproof
    Berguna untuk membuat kaki tetap kering. Hal ini penting untuk melindungi kaki kita tetap kering. Selain akan membuat kaki kita tetap terasa nyaman juga akan mengurangi kondisi kaki yang ringkih dan rentan terluka apabila kondisi basah terlebih lagi perjalanan dilakukan dalam waktu berhari-hari. Kaki yang kering juga bisa mengurangi resiko terkena hypotermia.
  5. Outsole yang sesuai dengan permukaan lintasan yang akan dilalui
    Bagian bawah sepatu juga akan sangat bermanfaat dalam kenyamanan pijakan kaki kita. Traksi yang pas antara sepatu dengan bidang jalan kan membuat kinerja kaki kita lebih ringan. Medan gunung di Indonesia sangat bervariatif, mulai dari batuan sampai tanah lembek. Oleh karena itu harus pas dalam pemilihan outsole sepatu. Outsole sepatu sendiri sekarang sudah bermacam-macam dilihat dari kekerasan sol yang dipakai, mulai dari yang lembek, sedang, dan keras. Sol yang keras akan mengurangi traksi dengan permukaan yang berbatu, sedangkan sebaliknya sol yang lembek akan lebih bagus untuk melintasi bebatuan. Terus bagaimana pemilihannya kalau medan disini variatif. Lihat dahulu gunung yang akan kita lalui, kalau gunung itu sebagian besar bebatuan, sol yang lembek bisa jadi pertimbangan. Saya sendiri cenderung memilih sol dengan tingkat kekerasan yang sedang, karena saya rasa cukup untuk mewakili kebutuhan medan gunung-gunung di Indonesia yang merupakan kombinasi batuan, lumut, dan tanah.
  6. Tidak terlalu berat
    Sepatu yang berat akan membutuhkan tenaga yang lebih besar pula untuk memakainya dalam aktifitas pendakian. 
  7. Penyesuain di kaki
    Kaki kita butuh penyesuain untuk benar-benar merasa nyaman. Oleh karena itu kita bisa menggunakan sepatu tersebut beberapa hari sebelum benar-benar dipakai dalam aktifitas pendakian agar lebih ngeklop di kaki.
Perawatan sepatu. Berikut ini perawatan sepatu yang biasanya saya lakukan
  1. Membersihkan sepatu setelah dipakai
    Setelah kita memakai sepatu kita dalam menemani aktifitas pendakian kita segeralah dibersihkan dari kotoran yang menempel pada sepatu. Sepatu yang kotor akan mengurangi durabilitas sepatu kita sendiri. Oleh karena itu sangat penting membersihkan dan mencuci sepatu kita sesegera mungkin setelah dipakai di gunung. Saya biasa menggunakan shampo dan sikat yang halus untuk mencuci bagian upper sepatu saya, sikat yang tipis bisa mengurangi resiko friksi jahitan pada sepatu kita. Bagian bawah sepatu sendiri biasanya saya sikat dengan sikat yang lebih kasar karena kadang kotoran yang menempel di bagian sepatu susah untuk dibersihkan. Untuk sepatu yang waterproof biasanya setelah dicuci saya semprotkan cairan pelapis untuk menjaga agar sepatu tidak kehilangan daya anti airnya. Lapisan anti air itu sendiri sifatnya tidak selamanya jadi perlu adanya perawatan yang cukup, salah satunya dengan menyemprotkan cairan anti air, biasanya saya menggunakan Nikwax. Pada saat mengeringkan sepatu usahakan tidak langsung bersentuhan dengan sinar matahari.
  2. Penyimpanan sepatu
    Usahakan sepatu disimpan di tempat yang kering dan tidak bersentuhan langsung dengan sinar matahari. Selain itu berikan ganjalan di dalam sepatu agar tetap bisa kena tekanan untuk menjaga bentuk sepatu seperti semula. Bisa saja menggunakan koran bekas, kalau ada pengganjal sepatu seperti yang ada di toko sepatu itu lebih baik.
  3. Bersihkan sepatu selama tidak dipakai
    Sesekali kita perlu mengecek kondisi sepatu kita selama tidak dipakai. Bersihkan sepatu kita dari kotoran ataupun debu-debu yang mungkin menempel pada sepatu selama tidak dipakai
Sekian tulisan dari saya, untuk yang biasa pakai sandal tolong jangan ajak-ajak yang mau belajar nyaman pakai sepatu. Salam hangat
Saya membuka diskusi juga buat teman-teman yang mau berdiskusi tentang tulisan saya ini.
NB : Tulisan ini hasil dari saya mengetik sendiri, jika ada yang mengkopi tulisan ini tolong sertakan sumbernya. Terimakasih
Salam 
Twitter : @damarsantosa

Dari Hobi Mendaki Gunung Kutemukan Saudara Baru


Dan jejak mereka tertinggal di gunung-gunung yang mereka singgahi
Jejak penuh kebahagian, keberanian, dan suka cita
Ditelan hiruk pikuknya Jakarta, dijejali asap tak bertanggung jawab kota, dan sombongnya bintang-bintang di malam hari di kota ini. Diam dan kurangnya kreatifitas tidak akan mampu menandingi dinamisnya hidup di zaman ini, di kota ini. Di sebuah ibu kota yang sudah terkenal dengan kesemrawutannya ini saya menemukan keluarga baru, keluarga yang sungguh dinamis dan unik, keluarga tempat saya meluangkan waktu untuk sekedar bertukar pikiran, belajar, dan melarikan diri dari kenyataan pikiran-pikiran jenuh yang kadang saya alami. Di sudut kota Jakarta, di sebuah rumah sederhana tapi kaya cinta. Dinahkodain oleh seorang pria pemberani yang beristrikan wanita modern jaman sekarang dan dikarunia peri kecil yang sungguh cantik dan pintar, Maha Besar Tuhan yang sudah menyatukan mereka.
Saya tidak ingat persisnya kapan mengenal mereka, yang jelas hobilah yang mempertemukan saya dan mereka. Kami memiliki hobi yang sama, yaitu mendaki gunung. Jangan tanyakan kami kenapa mempunyai hobi ini, karena tak akan bisa dijawab oleh deretan logika dan terlebih lagi saya bosan untuk menjelaskannya. Biarlah hobi ini yang mempertemukan saya dan saudara-saudara baru saya. 
Ary Darmawan, Hermin Setyocahyani, Naquita Darmawan
Saya enggan bertanya kenapa mereka naik gunung, tapi mungkin secara tidak langsung seiring dengan aktifnya lagi organisasi pecinta alam di salah satu sekolah menengah negeri di Jakarta yang kebetulan juga dekat dengan kostan saya di Jakarta, tempat dimana saya juga menemukan saudara-saudara baru. Dua tahun lalu kira-kira mereka mulai naik gunung bersama termasuk si kecil Naquita yang waktu itu masih berumur 4 tahun. Dimualai dengan mencicipi puncak gunung Gede, di Jawa Barat. Saya hanya menebak waktu itu bahwa bakal ada pendakian-pendakian selanjutnya. Ternyata tebakan saya benar, seandainya itu tebakan lotre pasti saya sudah menang banyak hehe.
Sambil menggelengkan kepala saya menulis tulisan ini, hampir tidak percaya sekaligus kagum atas apa yang mereka lakukan setelah kunjungan mereka ke gunung Gede. “Looo gila mas, looo gilaa mbak” kata-kata itu mungkin cukup mewakili kegilaan-kegilaan mereka selanjutnya. Gila luuu ndro, elu kali yang gila kas, iya si ndro tapi ada yang lebih gila dari gw ndro, siapa kas? itu orangnya di atas. Ada juga yang lebih gila dari lu ya kas, emangnye doi ngapain kas?. Pokoknye dengerin aje cerita gw deh kas.
Saya tidak pernah dekat keluarga seperti mereka sebelumnya yang suka naik gunung bareng, that’s why it makes me interest to tell a story about them, a special family indeed!
Setelah pendakian ke Gede itu pula saya semakin dekat dengan mereka. Yang kita obrolin gak jauh-jauh dari peralatan gunung, waktu itu peralatan mendaki mereka belum terlalu komplit. Waaah kesempatan buat ngeracunin seketika itu keluar, berbekal sedikit pengetahuan dan kenalan beberapa rekan penjual peralatan gunung, berhasilah saya meracuni sedikit demi sedikit hahaha. Sambil menyelam minum air, sambil ngeracunin ya saya ambil untung juga jadi penghubung Mas Ary ke penjual, lumayan dapat tambahan buat beli rokok dah, haha piss maaas.
2012 nanjak bareng
Akhirnya kesampean juga ngrasain naik gunung bareng mereka. Bulan Juni 2012 direncanakan ke Semeru, yoih Semeru beroo. Kegilaan pertama sebelum keberangkatanpun terjadi, duhh ngomongin gila lagi dah. Tapi gapapa, buat saya ini emang gila. Lah emang kenapa kas kok gila?bentarr ndro ane belom selesai ngomong juga, plaaaak!!
Ceritanya janjian ni malem sebelum berangkat packing barang yang mau dibawa di rumah Mas Ary. Lah packing doank dibilang gila lu kas, biasa aja kali…..bentar ndro ane belom selesai ngomong, sekali lo nyela gw injek juga lo punya biji.¬†
Jadi barang yang mesti dibawa, terdiri dari 5 kardus gedhe yang isinya makanan semua, faaaak mimpi apa ini, gimana masukin ke keril, gimana rasanya di pundak. Setengah shock, seperempat kaget, tigaperempat lemes, akhirnya ane cuma bersandar di tembok, terharu, sambil mukul-mukul tu tembok (sumpah yang terakhir ini lebay dan fiktif). Baru sekali ini lihat logistik sebanyak itu buat di gunung. Oke berpikir santai kaya dipantai, selow kaya di pulau aiih sedap, tetep aja kepikiran gimana rasanya pundak dari ranupane sampe kalimati, antar kota antar propinsi dah pokoknya. Luuuu kira bus AKAP. Bebas, tulisan- tulisan sendiri ngapa luu protes sih brot, keyboard (nyambungnya dimanaaa damar).
Kembali ke topik daah. Akhirnya menyadari saya nggak sendirian, You’ll Never Walk Alone, faak malah bawa tim musuh segala. Jadi, barang-barang logistik itu akhirnya diangkut anggota rombongan yang lain, yaitu 7 pangeran tampan nan rupawan yang menjelma jadi porter. Okesip gak sendiriaaan bero, teriak-teriak kegirangan, salto-salto depan belakang, kayaaaang!!!huraaay
Berangkaaaats….akhirnya hari keberangkatanpun tiba, rombongan naik mobil dari Jakarta sampai Malang dan saya sendiri naik burung besi ke surabaya lanjut ketemuan di Tumpang dan dua hari kemudia mulai start dari ranupani menuju ranukumbolo.
how cute that little girl with her pinky legging 
Kegilaan kedua berlanjut, ranukumbolo malem itu dinginya kaya di freezer beroo, aseli dingin banget sampe nusuk ke rahim coba dinginnya. “Lah emang lu punya rahim kas, oh iye maksud gw tulang ndro, rahim sama tulang kan jauuuh banget, ow iya, maklum dingiin ndro, lah lo ngetik kan lagi gak diranukumbolo kas, oh iya ya tapi gw lagi di Manchester sih, iyain aja dah… Glory Glory Manchester United!!!
Di tengah dinginnya ranukumbolo, ada suara yang bikin pecah heningnya ranukumbolo, si kecil nangis menjerit-jerit, Baru kali ini denger suara anak kecil nangis di gunung, kenceng lagi ngalahin sirine ISILOP. Ternyata si kecil nangis karena kedinginan. Setelah pakai sleeping bag punya anggota lain, yaitu si Iqbal akhirnya tak berapa lama si kecilpun mereda tangisannya kemudian lelap dalam tidurnya. Sambil ngetik bayangin Iqbal tidur tanpa sleeping bag jadi ngakak, buahahaha how pity you were. Tapi gapapa itu namanya kesetiakawinan bero. “kesetiakawanan kali kaaaas, bebas, ini negara democrazy ndroo, serah gw donk”
Hari kedua lanjut kalimati, gaaaaspol
Di hari kedua si kecil sudah gak rewel lagi, Alhamdulillah ketemu formulanya juga biar si kecil anteng, termasuk si kecil satunya. Gimana mau gak anteng, mengkeruuut sih iya. Debat dimulai, mengingat kondisi si kecil dan tim lain yg masih capek akhirnya rencana summit malam ini gagal total, dilanjutkan besok dari arcopodo. Pikiran saya melayang ke absen di kantor, duuuh 300rebu bakal kepotong lagi, mewek. Kalau jadwal molor berarti harus bolos sehari juga, iya kalau sehari, tapi kalaaaau…ah sudah lah yang penting tidur, besok masih harus ke arcopodo bawa beban.
Hari ketiga lanjut arcopodo, gaaaas lagi dah
Arcopodo
Kira-kira jam 14.00 lewat WIBMM Waktu Indonesia Bagian Molor Mulu jalan dari kalimati menuju arcopodo. Jam 17.00 lewat satu persatu sampai di arcopodo. Diriin tenda dan masak lanjuut tidur ngisi tenaga buat summit. Mencoba tidur tapi susah dan lagi-lagi si kecil menangis jejeritan setiap setengah jam sekali, gak tau berhentinya kapan akhirnya saya tidur beneran dan bangun jam 00.00 untuk siap-siap summit. Selesai masak, makan (spageti) sebenernya saya ndak doyan sama sekali sama spageti, tapi apa boleh buat tanpa mau menyinggung tim lain akhirnya makan juga hikks, akhirnya berangkat juga menuju mahameru. Seperempat perjalanan ke atas akhirnya Mas Ary menggendong si kecil Naquita dengan gendongan jawa, sedangkan saya sudah sendirian di depan. Sempat dilakukan estafet menggendong si kecil tapi pada akhirnya pada kewalahan, karena memang medan berpasir yang sangat menanjak akhirnya Mas Ary memutuskan membawa si kecil ke bawah dan tidak melanjutkan perjalanan ke atas. Puncakkk bukan segalanya.
Dari semua tim, cuma saya yang muncak, karena memang belum pernah. Tim yang lain cuma sampai cemoro tunggal (cemoronya sudah tumbang sih).
Betapa gigihnya Mas Ary yang pengen membawa si kecil ke atas, tapi betapa bertanggung jawabnya ketika menyadari kalau naik kepuncak waktu itu, dan kondisi seperti itu tidak bisa dipaksakan lagi. Good work maaas, someday you will reach the top!!
Akhirnya saya turun dari puncak sementara yang lainnya menunggu saya di kelik. Usut punya usut ternyata pada desperate muncak karena salah satu tim ada yang nyangkut ke sisi kiri jalur, siapa lagi kalau bukan Raihan van Hantu ahahah. Temen yang satu ini memang rajanya nyangkut deh. Sampai camp arcopodo, masak, tiduran bentar lanjut ranukumbolo lagi.
Hari ke empat, balik ranukumbolo, gaaaaass 
es di ranukumbolo
Waktu itu suhu ranukumbolo tidak kalah dinginnya dengan hari pertama, mak nyess. Alhamdulillah si kecil tidak rewel lagi dan si Iqbal tetep masih kedinginan lagi hahaha. Hari kelima bangun pagi rencananya mau lihat sunrise tapi rasanya badan tidak mau dikeluarkan dari sleeping bag, dingin banget. Kapan lagi kan kesini kalo cuma ngumpet di dalem sleeping bag doank kan ya, akhirnya keluar juga dr tenda dan mendapati bunga-bunga es menempel di tenda. Panteeees dinginya kebangetan, berasa jadi ikan yang lagi diawetin biar tetap seger di tumpukan es, lah kita dikata ikan, seger iya, mengkeruut lebih tepat.
Hari kelima perjalanan turun dari ranukumbolo menuju ranupani. Saya memutuskan balik ke Malang duluan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Surabaya buat ngejar pesawat keesokan harinya sementara yang lainnya memutuskan menginap semalam lagi di Ranupani.
Hikmah dari packingan yang bikin shock tadi adalah, kebanyakan logistiknya susu Ult*a cair buat Naquita, ternyata saya juga yang ikut bantuin ngabisinnya hahaha, gak kekurangan gizi dah di gunung.
Tidak putus di semeru, 2 bulan kemudian meraka melakukan perjalanan ke gunung Rinjani, yan terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebenarnya saya juga pergi kesana tapi karena ada suatu hal tidak bisa bebarengan dengan Naqita family dan keberangkatannya pun selang satu hari. Tidak banyak yang saya saksikan langsung tentang mereka waktu itu, tetapi mendengar keluarga tersebut selamat dan sehat sampai kebawah lagi rasanya juga sudah cukup senang. Lebih senang lagi sebenarnya kalau waktu itu kita bisa nanjak bareng ya Naquita hehe. Tahun 2012 pun akhirnya ditutup dengan mengunjungi gunung Lawu.

Lawu meen
2013 makiin menggila
Di tahun ini praktis aktifitas saya di gunung sama sekali bisa dikatakan enol karena alasan kesehatan yang membuat saya mudah drop. Berbanding terbalik dengan Naquita yang jalan-jalan terus ke gunung, kali ini lebih-lebih dari tahun sebelumnya. Sampai dengan blog ini saya tulis, lengkap sudah 5 gunung yang didaki, mulai dari papandayan, merapi, merbabu, kerinci, dan terakhir argopuro. Eiiits iya, bulan November ini juga sudah direncanakan berkunjung kembali ke rinjani, hahaha gila loo maaaas gilaaa. Yang paling bikin seneng yaitu, sekarang Naquita sudah gak sering rewel lagi di gunung. “Yaiiiya lah kaaas tu gunung lama-lama kaya halaman belakang rumahnya aja kali, nah itu tau ndro”.¬†

Dari pertama kali kenal sampai sekarang, tidak ada yang beruba sama sekali dari keluarga itu. Tetap humble, tetap besar hati, dan yang pasti tetap dinamis. Semoga Tuhan YME selalu melindungi kalian dan selalu meberikan yang terbaik kedepannya.
Terimakasih buat Mas Ary dan keluarga sudah sering saya repotin, sering numpang makan, apalagi tidur di rumah, yang sering buat tempat curhat-curhatan. If there’s a place like my 2nd home, it is there. Pesen saya sih tetep jaga kesehatan buat kalian bertiga supaya bisa terus jalan-jalan menikmati Indonesia. I love you

Kerinci
Merapi
Papandayan
Merbabu